5 Cara Mengajarkan Anak Berhitung Dengan Cepat

Categories Ibu dan Anak


Mengajarkan anak berhitung pada usia-usia masih balita bisa dilakukan oleh semua ibu di rumah. tak perlu sampai ke bangku sekolah. Anda adalah seorang orang tua muda yang memiliki anak usia menjelang masuk sekolah TK atau SD, pastinya menginginkan anak anda untuk pandai berhitung. Anak yang pandai berhitung sejak usia dini akan lebih siap menghadapi pelajaran di sekolah nantinya terutama matematika, karena sudah memiliki dasarnya yaitu berhitung.

Apalagi banyak yang percaya, ketika anak memiliki kemampuan matematika yang baik. Biasanya anak tersebut juga cerdas dalam berbagai mata pelajaran lainya. So, tidak ada salahnya jika mengajarkan anak berhitung sejak sedini mungkin. Tapi bagaimana caranya?

Cara mengajarkan Anak Berhitung

Nah pada kali ini akan dibahas mengenai cara-cara tertentu untuk mengajarkan anak berhitung dan nantinya menjadi pandai dan terampil dalam berhitung. Adapun kelima cara mengajarkan anak berhitung yang dapat anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut (dikutip dari Flavell, 1993) :

 

  • The One – One Principle

 

Anda mengajarkan berhitung kepada anak dengan menyebutkan semua satu persatu, berurutan, dan tanpa pengulangan. Misalnya anda menyebutkan angka 1 hingga 5 maka anda menyebutkan satu, dua, tiga, empat, lima. Hal ini dilakukan agar anak dapat mengingat urutan angka dengan tepat, jika dilakukan pengulangan dikhawatirkan anak menjadi kebingungan sehingga tidak dapat mengingat urutan angka dengan tepat alias salah urutan.

 

  • The Stable – Order Principle

 

Anda diharuskan mengajarkan berhitung pada anak dengan anda dengan menyebutkan angka sesuai urutannya secara berulang atau terus-menerus tanpa melakukan pengacakan urutan angka. Tidak boleh seperti ini, menyebutkan angka lima, empat, tiga, dua, satu. Hal ini akan membuat anak menjadi mudah dalam mengingat angka beserta urutannya yang tepat.

 

  • The Cardinal Principle

 

Anda menekankan dan mengulang penyebutan pada urutan angka terakhir yang dimaksud dari prinsip ini. Misalnya : Anda menyebutkan terdapat lima buah jeruk maka anda sebutkan satu, dua, tiga, empat, lima….. lima buah jeruk, nah pada kata lima ini lebih ditekankan penyebutannya dan diulang. Hal ini akan membuat si anak paham jika jumlah buah jeruk yang disebutkan tadi adalah lima bukan satu atau yang lainnya.

 

  • The Abstraction Principle

 

Pada prinsip ini lebih menekankan pada apa saja yang dapat dihitung bukan cara berhitung seperti prinsip-prinsip sebelumnya. Biasanya anak usia 4 tahun mulai suka berhitung, namun belum dapat mengkelompokkan sesuatu. Artinya mereka menghitung semua barang yang ada di sekitar mereka tanpa memperhatikan kelompoknya. Anda dapat mengajarkan mereka mengenai perhitungan dengan memperhatikan pengelompokkan barang seperti kelompok buah, hewan, peralatan makan, peralatan rumah tangga, furniture, dan lain sebagainya.

 

  • The Order – Irrelevance Principle

 

Pada prinsip ini anda lebih menekankan pada anak anda bahwa tidak masalah benda mana saja yang dihitung terlebih dahulu karena yang penting adalah urutan angkanya benar dalam memulai berhitung. Jadi anak anda dapat menghitung benda mana saja asal kalau awal menghitung adalah satu bukan dua atau tiga.

Nah itulah 5 cara mengajarkan anak berhitung dari salah satu teori perkembangan anak. Tentu saja cara diatas sangat ilmiah dan layak untuk ibu coba. Agar anak makin pandai berhitung, jangan lupa asupan makanan dan minuman anak juga harus yang terbaik. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *