KINDAICHI 20 Anniversary Series Vol.1 part 1

#Admin : Sebenarnya Kindaichi 20 Anniversary Series ini berbentuk dalam komik , tapi kali ini mau mencoba dirubah dalam bentuk cerita tanpa mengurangi unsur yang ada didalamnya termasuk nama tokoh, kasus maupun pemecahan kasusnya. Semua yang tertulis adalah real yang berarti diambil dari komik aslinya namun hanya mengambil point – point pentingnya. Komik ini pertama kali dikeluarkan di Jepang pada tahun 2012, namun baru diterbitkan di Indonesia pada tahun 2014 ini. Mohon maaf bila kebingungan dalam ceritanya, lebih jelasnya silahkan beli di Toko Buku tertentu. Terimakasih 🙂 .
Nanase dan Hajime mendapat email dari Mayu (teman sekelas Hajime dan Nanase sewaktu SMP) untuk mengunjungi tempat tinggalnya saat ini. Yaitu di sebuah Desa yang bernama “Desa Hitokui”.  Mereka berdua pun mau mengunjunginya, memerlukan waktu yang cukup lama untuk ke desa tersebut dan harus ganti – ganti kereta, karena desa tersebut sangatlah terpencil. Saat di kereta Hajime dan Nanase membahas Mayu sewaktu SMP, dan saat SMP Hajime diberikan sebuah soal yang seperti kode untuk dipecahkan. 

 

Nanase : “Bisa bertemu setelah dua tahun. Senang ya Hajime! Kenapa Hajime?”

Hajime : ” ‘soal’ yang Mayu berikan padaku waktu itu” 
Nanase : “Itu seperti kode, ternyata kamu masih menyimpannya! Hajime pasti sudah berhasil memecahkannya kan?” 
Hajime : “Yahh, sebagian besar sih. Tapi aku tetap harus menanyakan jawabannya pada Mayu!” 
Nanase : “Hei! Apa sih yang tertulis di situ?”
Hajime : “Em, Kindaichi keren dan hebat” 
Nanase : “Fu fu fu . . . Apaan tuh !? Bohong ah !”
Hajime : “Huh! Nggak usah bilang bohong dong!”

Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sudah sampai di halte desa. Tapi mereka berdua curiga karena rumah – rumahnya belum terlihat. Akhirnya mereka menemukan sebuah jembatan gantung yang merupakan jalan satu – satunya menuju desa tersebut. Mereka berduapun melewati jembatan gantung tersebut, dan ternyata di ujung jembatan ada Mayu yang sudah menunggu. Ternyata Mayu sudah tampak lebih dewasa dan kini ia bekerja melanjutkan usaha ayahnya di laboratorium, semenjak ayahnya meninggal karena kecelakaan dimasa lalu.

Mayu Midorikawa (17) – Kepala Laboratorium

Mayu pun mengajak mereka berdua untuk jalan sedikit lagi karena tinggal beberapa meter lagi sudah tiba di desa tersebut. Di desa tersebut sangatlah kuno karena tiang listriknya masih terbuat dari kayu dan banyak Classic Car yang jalan melewati desa tersebut. 

Mayu : “Sebentar lagi kita akan melewati pusat kota” 

“Meski sejenak, Aku merasa terbang terjatuh ke dalam lorong waktu. Disana terpamapang Jepang zaman lalu yang selama ini hanya kulihat di TV dan buku pelajaran. Kota Kuno Showa menghadirkan kembali seperti setting film” 

Fukashi Nakagami (?) – Wakil Kepala Laboratoriu / Asisten Ayah Mayu (dulu)
Minae Kodaka (30) – Anggota Laboratorium 

Kemudian kami dijemput oleh asisten ayah Mayu yang sekarang bekerja dengan Mayu menggunakan sebuah mobil beroda 3. Selama perjalanan menuju lab mereka bertemu dengan beberapa wisatawan yang mengunjungi Kota Kuno tersebut.

Otohiko Zaizen (28) – Wisatawan
Ayane  Tanise (28) – Wisatawan

Dalam perjalanan menuju lab mereka menceritakan hal – hal aneh di kota tersebut, Hajime dan Nanase sempat tidak percaya. Beberapa menit kemudian mereka sampai di lab.

Nakagami : “Nah, kita sudah sampai, dan namanya adalah Laboratorium Pemangsa Manusia. Dinamai seperti itu karena dulu banyak orang meninggal disini”

Shuya Hajima (42) – Pengurus Laboratorium
Tsukasa Makine (34) – Tamu
Eisuke Wanibe (33) – Tamu
 
Mereka pun masuk di dalam lab tersebut dan Nakagami memanggil Pak Hajima untuk menyambut kedatangan Hajime dan Nanase. Ada seorang tamu yang mengatakan hal yang membuat Hajime dan Nanase. (ceritanya lab dan penginapan jadi satu).

Makine : “Kalian mau apa datang kesini? Jangan – jangan untuk berburu ‘harta’?” 
Wanibe : “Biarkan saja. Dilihat bagaimanapun juga mereka murid SMA”

Kodaka pun mengajak Hajime dan Nanase menuju kamar yang akan mereka tinggali. Hajime pun curiga dengan percakapan orang tadi dan bertanya kepada Kodaka.

Hajime : “Berburu ‘harta’ itu maksudnya apa?”
Kodaka : “Entahlah, aku tidak tau apa – apa”

Hajime dan Nanase pun sangat curiga terhadap mereka yang ditemuinya selama perjalanan maupun yang ada di lab tersebut. Seolah mereka menyembunyikan sesuatu yang Hajime dan Nanase tidak ketahui. 

“Ada yang disembunyikan orang – orang yang kami temui di Desa Hitokui ini. Sisi “depan” berupa “nostalgia” yang menyembunyikan sisi “belakang” yang jauh berbeda. Aku yang pada saat itu belum tau apa – apa. Kejahatan yang membawa bencana dan tersembunyi di “belakang” mulai menunjukkan cakarnya dan menanti kami”

See you di part 2 😉 (y) . Kalau ada typo maaf 🙂 .

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *