KINDAICHI 20 Anniversary Series Vol.1 part 3

“Desa Hitokui yang kudatangi setelah diundang teman sekelas SMPku adalah Desa ‘Nostalgia’ berbau Showa dan terhubung dengan dunia luar hanya dengan satu jembatan gantung. Aku dan Miyuki menginap di ‘Lab Hitokui’. Sebuah Laboratorium yang dibangun untuk meneliti ‘Biomassa Alga’ sumber energi masa depan. Kami pun terlibat kasus tak terduga pada malam itu. Eisuke Wanibe yang merupakan mantan peneliti bertemu ketakutan dan mati setelah melompat dari pintu di lantai 3 yang dulu merupakan lorong penghubung. Benarkan dia bunuh diri ? ataukah . . . .”

Setelah kejadian tersebut, Makine tampak tak percaya bahwa Wanibe telah bunuh diri, ia menduga bahwa ‘Pemangsa Manusia’ telah hadir diantara mereka. Akhirnya Makine memutuskan untuk kembali ke kamar dan berfikir sejenak, namun tiba – tiba dia berfikir bahwa kejadian 2 tahun lalu telah terbongkar oleh seseorang diantara mereka. Ia pun memutuskan untuk mandi. Sedangkan Nakagami, Hajime dan Nanase memutuskan untuk karaoke bersama, namun disela – sela Hajime dan Nanase sedang karaoke, Nakagami memutuskan untuk menelpon Mayu membahas berbagai macam hal. Karena hanya Hajime dan Nanase yang karaoke, mereka berdua memutuskan untuk memanggil yang lain. Pertama mereka menemui Tanise, dan Tanise mengajak Otohiko, selanjutnya ke kamar Kodaka, Kodaka lalu mengajak Pak Hajima sedang Hajime dan Nanase pergi menuju kamar Makine. Mereka terkejut melihat kamar Makine yang pintunya sudah terbuka , perlahan mereka mendekati. Ternyata ada genangan air darah yang keluar perlahan, Hajime pun langsung membuka pintu dan menuju kamar mandi, dan ternyata tangan Makine penuh darah. Beberapa saat kemudian Pak Hajima datang lalu menyuruh Hajime memanggil yang lain, dan meminta untuk menghubungi RS. Namun apa yang terjadi? Makine telah tewas ditempat karena kehilangan banyak darah.
“Desa Hitokui, Desa ‘Nostalgia’ berbau Showa yang terletak ditengah gunung dan terhubung hanya dengan sebuah jembatan gantung. Kami diundang di ‘Lab Hitokui’ oleh teman SMP yang kini menjabat sebagai kepala Lab sekaligus genius di bidang sains, Mayu Midorikawa. Aku dan Miyuki yang berkunjung di desa ini pun terlibat kasus mengerikan. Eisuke Wanibe yang merupakan mantan peneliti, mendadak berteriak dan terjun dari lantai 3. Mantan peneliti yang lain, Tsukasa Makine pun bunuh diri dengan memotong nadinya di bak mandi. Mungkinkah yang memaksa mereka bunuh diri adalah ‘Faktor Midorikawa’ penemuan Prof.Midorikawa yang bunuh diri 2 tahun lalu? ataukah . . . .”

Hajime : “Ini bukan kasus bunuh diri. Tsukasa Makine dibunuh oleh seseorang!”
Tanise : “Tunggu! Ini mustahil! Menyimpulkan Makine dibunuh hanya dari luapan air, bukankah itu berlebihan? Atau maksudmu diantara kami ada pembunuh?!”
P.Hajima : “Itu tidak mungkin. Dilihat dari volume darah dan waktu meninggalnya, Makine mengiris pergelangan tangannya hanya dalam waktu 5-6 menit. Dipikir bagaimanapun mustahil lebih dari 10 menit”
Kodaka : “Tunggu sebentar. Sekitar waktu itu aku diajak Hajime karaoke, setelahnya aku langsung menuju kamar lain untuk menjemput Pak Hajima”

Akhirnya mereka pun berdebat atas pendapat dari Hajime yang menyatakan bahwa kasus Makine tersebut adalah pembunuhan. Setelahnya mereka bubar dan Hajime, Nanase dan Mayu berkumpul disuatu tempat. Mayu meminta maaf atas beberapa kejadian yang tidak diinginkan seperti kasus tadi, tiba – tiba ketika mereka bertiga sedang ngobrol, Tanise bergabung, karena Otohiko sedang tak enak badan jadi ditinggal di kamar begitu saja. 
*disamping itu*
Nakagami yang sedang mengecek berkas di lab bawah tiba – tiba diserang oleh seseorang yang membuatnya tak sadarkan diri. Karena curiga Nakagami tidak segera kembali maka Hajime cs memutuskan untuk melihat apa yang terjadi. Dan setelah disana ternyata Nakagami sudah tergeletak di lantai namun hanya tak sadarkan diri, ternyata seseorang yang menyerang Nakagami telah mencuri kunci ruang lab kedua. 
Hajime : “Ada pencuri ya?!”
Nanase : “Ya, tapi memangnya apa yang bisa didapat pencuri dari ruang lab?”
Mayu : “Yang diincar pencurinya mungkin ini. . . .”
Hajime : “Itu . . .”
Mayu : “Microchip . Aku memasukkan pesan ayah yang kemungkinan memuat soal ‘Faktor Midorikawa’ ke dalam sini . Akan kuperlihatkan saja pada kalian”
Nakagami : “Eh!! Tapi Mayu, itu . . . .”
Mayu : “Sudahlah Nakagami, aku tidak ingin lagi ada orang yang terluka karena ini . Lagipula aku ingin penelitian ‘Biomassa Alga’ ini cepat berakhir meski hanya sehari lebih cepat! 

Akhirnya Mayu memperlihatkan isi dari Microchip tersebut, dan isinya adalah sebuah gambar Ryoma Sakamoto dan sebuah surel. Karena penasaran Hajime meminta Mayu untuk mencetak isi surel dan gambar tersebut. Setelah itu Hajime dan Nanase kembali ke ruangan untuk membahas isi pesan tersebut, namun sebelumnya mereka bertemu Kodaka yang menanyakan apa yang barusan terjadi. Sepengetahuan Kodaka ia mengira bahwa ada gempa lokal yang sering terjadi di sekitar, Hajime pun penasaran mengenai hal tersebut. Ketika sudah berada di sebuah ruangan untuk membahas isi pesan dari gambar dan surel tersebut, Nanase mulai cemas karena telah menyaksikan kejadian yang menakutkan, ia berfikir bahwa suatu ketika mungkin ia juga akan terbunuh juga, namun Hajime menegaskan tidak, karena Hajime berjanji akan selalu ada. Untuk menghangatkan suasana Nanase pun menawarkan untuk minum kopi selagi tinggal sedikit dan masih hangat.

Dari situlah muncul sebuah pemecahan mengenai kasus pertama yaitu terbunuhnya Wanibe. Hajime melakukan percobaan dengan menuangkan air ke dalam botol labu kosong, yang terjadi adalah tabung labu yang berisi air tersebut terjatuh dan pecah karena adanya getaran resonansi dari gelombang frekuensi rendah yang disebabkan oleh gempa lokal tersebut. ( udah kek anak IPA aja ini #:-s ). Dengan begitu pemecahan kasus pertama sudah ditemukan, tinggal mencari pemecahan kasus yang lain. Dan Hajime menegaskan bahwa tidak ada seorang pun di lab ini yang memiliki alibi ! Lalu siapakah diantara mereka yang merupakan ‘Pemangsa Manusia’ ?? . Simak kisah selanjutnya !!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *