KINDAICHI 20 Anniversary Series Vol.1 part 4




Setelah kejadian tersebut Hajime mulai curiga, ia meyakinkan bahwa semua ini adalah pembunuhan yang terencana. Ketika semua orang berkumpul tiba – tiba Hajime mengatakan “memangnya kalian benar – benar mencoba ‘bunuh diri’ ?”. Pertanyaan tersbut langsung membuat Tanise tertekan, seolah ada sesuatu yang disembunyikannya. Namun secara cepat Otohiko membela Tanise dan mengajaknya kembali ke kamar. Di dalam kamar mereka membahas mengenai “Faktor Midorikawa”. 


#HIT : Sebelumnya Wanibe, Makine dan Tanise adalah mantan peneliti di Lab tersebut, namun ada kejadian aneh menimpa mereka yaitu masing – masing dari mereka ‘bertiga’ mencoba bunuh diri di Lab tersebut dengan berbagai macam alasan, namun aksi bunuh diri mereka digagalkan oleh teman – temannya ( aksi ini secara bergiliran, mulai dari Tanise, Wanibe lalu Makine *kalo tidak salah urutannya ).

Di ruangan Hajime dan Nanase sedang memecahkan pesan yang tertera di foto yang diberikan oleh Mayu yang ditinggalkan oleh Ayahnya. Lalu tiba – tiba Mayu datang dengan sendirinya, meminta Hajime dan Nanase untuk menuju sebuah ruangan, ruangan yang mereka tuju adalah “Ruang Lab 1” yang merupakan ruangan yang pernah dipakai oleh ayah Mayu. Seketika Mayu mengatakan “Kindaichi, Nanase . . . Kukatakan dengan tegas. Aku percaya ayahku tidak melakukan bunuh diri”. Perkataan itu sejenak membuat Hajime dan Nanase terkejut. Dan yang membuat heran adalah ketika mereka akan menuju Ruang Lab 1 yang kuncinya tidak ada dalam gantungan, Mayu pun menghubungi Nakagami dan bertanya dimana kuncinya, Nakagami pun mengatakan bahwa kuncinya berada di bawah keset pintu masuk Lab.

*ketika sampai di Lab bawah tanah*

Mayu : “Disinilah ayah menyiram dirinya dengan minyak dan biomassa alga, dan meninggal terbakar dengan tubuh yang hampir seperti arang, yang ingin kuperlihatkan pada Kindaichi adalah bagian kanannya”
Hajime : “Ini . . . . Sepertinya formula”
Mayu : “Beliau menulisnya saat tubuhnya tengah terbakar”

#HIT : yang tertulis adalah tulisan 3A + 3I + 3E = M . Siapa yang bisa memecahkan hayoo ?? Ini adalah salah satu petunjuk lhoo 😀

Tanpa disadari Nakagami datang meminta untuk kembali karena ruangan tersebut adalah ruangan terkutuk, lalu Nakagami meletakkan kuncinya kembali di bawah keset ( ini #HIT lagi ). Sampailah di ruangan lagi, Nakagami pun menyuruh mereka untuk menunggu untuk meminum kopi.

Hajime : “Eh , Mayu ‘kode’ yang tadi benar – benar serius?”
Nanase : “Eh? Kode?”
Mayu : “Hebat Kindaichi, kau langsung paham”
Hajime : “Ya formula. . . .3A+3I+3E=M adalah sebuah kode. Jika jawaban yang aku dan Mayu peroleh sama, berarti yang diincar selanjutnya adalah . . . . .” 

Nakagami pun datang membawa kopi yang telah ia buat dan kami pun minum bersama. Nakagami dan Mayu menyesali apa yang telah terjadi saat ini, pembicaraan mulai panas. Mayu memutuskan untuk kembali ke kamar, namun Nanase mencegahnya dan mengajak untuk karaoke bersama. Akhirnya mereka berempat berkaraoke bersama. 

Tepat pada pukul 1 malam itu kami masih belum mengetahuinya. Di dalam ruang terkutuk Lab 1, sesuai perkiraan sang pelaku. Tapi nyawa Otohiko telah padam.  

Ditengah – tengah mereka sedang berkaraoke, Tanise datang menanyakan apakah Otohiko bersama mereka atau tidak karena semenjak keluar kamar ia belum kembali juga. Akhirnya mereka mencoba mencari Otohiko bersama termasuk Kodaka dan Pak Hajima. Karena sudah dicari dan tinggal ruang Lab yang terkutuk saja yang belum sempat dicari, mereka memutuskan ke sana bersama – sama, namun ketika hendak membuka pintunya kuncinya tidak ada, Nakagami pun dengan sigap mencarinya. Ketika pintu dibuka ternyata ada sesuatu menghalangi dan yang menghalangi pintu adalah Otohiko yang sudah tak bernyawa. Kematiannya disebabkan karena tercekik dan terlebih lagi talinya menggantung di kenop pintu ( ganggang pintu ). Hajime mencoba mengecek kembali tapi memang ruangan tersebut tertutup rapat, tak ada yang bisa membuka kuncinya karena kunci hanya dipegang oleh Nakagami dan yang satu di bawah keset yang hilang tersebut. Mereka pun berdebat alibi masing – masing. Seketika Tanise menjelaskan mengenai hubungannya dengan Otohiko.

Tanise : “Bahwa aku dan Zaizen ( Otohiko ) bukan kekasih dan tidak memiliki hubungan apapun , dia hanya pegawai di perusahaanku , aku ke sini untuk meneliti pengembangan produksi massal biomassa alga dengan meminjam biaya penelitian perusahaan. Tapi hasilnya tidak kelihatan juga, padahal uang pinjamannya sudah menipis akhirnya aku malah terbelit utang dalam jumlah besar. Makanya aku membuat Zaizen berperan sebagai kekasih dan mengubah rencana dengan kembali ke Desa Hitokui yang membosankan ini”

Hajime : “Tunggu Tanise! Aku memang sudah tahu soal kalian berpura – pura berpacaran, tapi kenapa kalian sampai harus berpura – pura menjadi turis?”

Tanise : “Itu sih . . . .karena kami merasa tidak enak kembali ke lab dimana dulu kami berhenti seenaknya”

Hajime : “Wanibe dan Makine yang sudah meninggal pun sama. Kalian datang sebagai turis tanpa pernah membicarakan soal “surel” yang Mayu kirimkan. Kalian bertiga . . . .Kau, Wanibe dan Makine menyimpan ‘Rasa Bersalah’ yang dipikul bersama kan? Misalnya mengenai ‘Kematian’ Profesor Midorikawa dua tahun lalu”

Tanise marah mendengar penjelasan Hajime dan melemparnya dengan kaleng minuman, tapi dihindari oleh Hajime. Pak Hajima mengatakan bahwa perkataan Hajime mungkin sudah keteraluan. Hajime mencoba menjelaskan sejenak.

Hajime : “Dasarnya kuambil dari pesan yang ditinggalkan Profesor dengan tangannya sendiri. Di ruang lab lokasi meninggalnya beliau, inilah Dying Message darinya ( 3a+3i+3e=M ) “

P.Hajima : “Dying Message?”

Kodaka : “Formula ini?”

Hajime : “Iya ! Kalau isinya adalah kenyataan. Kasus bunuh diri berantai ‘Pemangsa Manusia’ yang kini tengah terjadi di lab Hitokui ini bukan disebabkan oleh kutukan maupun gelombang frekuensi rendah. Semuanya merupakan kasus bunuh diri kamuflase yang disusun pelaku dengan pengetahuan dari iblis. Tidak salah lagi, ini kasus pembunuhan berantai !! “

** sekian part 4 🙂 Terimakasih 🙂 mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan 😀 ** 

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *