Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Rasanya seperti 'Banjir', Ini 11 Penyebab Keputihan Berlebihan

Keputihan merupakan keluarnya lendir atau cairan dari dalam vagina. Hal tersebut merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ reproduksi wanita. Karena keputihan juga membawa sel mati juga bakteri keluar dari tubuh. Oleh karena itu, vagina akan terlindungi dari infeksi yang berbahaya, sehingga wajar apabila muncul keputihan. Tetapi, kita juga harus mewaspadai apabila keputihan tersebut keluar dengan gejala yang tidak wajar, sepeti warna yang mencolok, bau yang tidak sedap, teksur, atau rasa sakit yang timbul di area kulit organ kewanitaan. Berikut ini adalah jenis keputihan berdasarkan warna yang perlu anda ketahui.

  • Jernih dan elastis

Keputihan dengan warna jernih serta elastis biasanya muncul saat berakhirnya masa haid, dan memiliki warna yang agak pekat. Cobalah untuk mengambil cairan keputihan menggunakan jari, lalu regangkan di antara dua jari. Apabila berwarna jernih dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, hal tersebut berarti sedang mendekati masa ovulasi dan keputihan ini bersifat normal. Cairan keputihan yang bening dan cair bisa terasa banyak terutama setelah berolahraga.

  • Putih

Sama seperti keputihan yang berwarna bening, keptihan berwarna putih juga biasanya muncul sebelum dan setelah masa haid. Tetapi, kita harus waspada apabila cairan putih yang keluar disertai rasa gatal, terlihat kental dan bau tak sedap seperti amis. Hal tersebut berarti akibat infeksi jamur dan akan ditandai dengan cairan tebal berwarna putih. Sedangkan apabila berwarna bening namun terlihat kental, artinya mengindikasikan indung telur dalam tubuh sedang berovulasi, dan ini termasuk dalam keadaan normal.

  • Cokelat

Keputihan berwarna coklat biasanya muncul ketika sedang berada dalam periode haid, kehamilan di awal, keguguran atau menopouse. Namun, apabila terdapat keputihan berwarna coklat harus diwaspadai karena bisa saja yang menjadi penyebab kanker serviks, biasanya terdapat sedikit bercak darah.

  • Kuning

Apabila keputihan berwarna kuning, hal tersebut disebabkan oleh adanya organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana. Biasanya, kuman-kuman masuk melalui hubungan seksual. Biasanya keputihan akibat infeksi trikomoniasis akan ditandai dengan warna kuning atau hijau, dengan tekstur kental, tebal, atau disertai bau busuk yang tidak normal. Infeksi trikomoniasis sendiri dapat menyebar melalui hubungan intim. Lalu, keputihan akibat penyakit gonore juga akan ditandai dengan warna kuning disertai dengan nyeri pada panggul.

  • Abu- abu

Apabila keputihan berwarna abu-abu dan disertai dengan rasa garat, bau tidak sedap, dan bengkak kemerahan pada sekitar mulut vagina, hal tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri gardnella yang berbahaya. Kadang-kadang jenis keputihan berwarna abu-abu ini juga muncul disertai buih atau gelembung udara. Lebih parah lagi apabila keputihan warna abu-abu diikuti dengan darah dan bersifat encer maka kemungkinan seorang wanita sedang mengalami kanker.

  • Hijau

Apabila cairan keputihan muncul dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada organ kewanitaan, hal tersebut merupakan gejala infeksi organ reproduksi, infeksi bakteri ataupun infeksi akibat protozoa. Trichomonas vaginalis yaitu protozoa yang menjadi penyebab cairan keputihan menjadi berwarna kehijauan. Pada level keputihan yang parah, keputihan akan disertai rasa panas dan gatal di sekitar area kewanitaan.

Walaupun keputihan adalah hal yang normal, tetapi ada pula keputihan yang menajdi tanda bahwa tubuh sedang sakit. Oleh karena itu, kita dapat mencegah keputihan yang membahayakan tubuh. Berikut langkah-langkahnya.

  • Bersihkan vagina dengan sabun khusus dan air hangat setelah buang air kecil atau besar, kemudian keringkan.
  • Jangan membersihkan vagina dengan semprotan air, karena akan menghilangkan bakteri baik dalam vagina.
  • Lebih baik menggunkaan celana dalam yang longgar dan dapat menyerap keringat.
  • Jangan menggunakan produk pada kewanitaan dengan kandungan detergen atau parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan pH dalam vagina.
  • Apabila sedang haid, gantilah pembalut 3-5 jam sekali.
  • Jangan berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *