Ketahuilah Tentang Test Driven Development (TDD): Definisi hingga Kategori

Mengenal Lebih Dalam Test Driven Development (TDD): Pengertian, Jenis  Testing, dan Kelebihan TDD

Sebelum meluncurkan sebuah aplikasi atau website, biasanya akan dilakukan pemeriksaan untuk melihat seberapa kesiapan aplikasi atau website yang dilakukan oleh Test Driven Development (TDD) yang nantinya akan dipakai oleh para pengguna yang membutuhkannya.

TDD wajib memastikan bahwa aplikasi atau website sudah dalam kondisi siap digunakan dan terhindari dari error ataupun tidak akan terjadi bug atau bug free. Jika anda ingin mengenal tentang TDD lebih lanjut, simak ulasan dibawah ini!

Definisi Test Driven Development (TDD)

Meskipun sudah dijelaskan sedikit mengenai TDD, tetapi Anda perlu mengetahui definisi TDD. Test Driven Development atau TDD adalah proses pengembangan yang berkaitan dengan testing sebelum beranjak ke bagian proses coding.

Program TDD akan menggabungkan keutamaan antara coding dan testing saat hendak diterapkan, serta seluruh proses yang dilakukan juga akan memastikan bahwa aplikasi perlu berjalan sesuai dengan requirement dan bisa mengatasi beberapa kasus ataupun situasi tertentu.

Kategori Pengujian

Saat sudah selesai mengerjakan suatu fitur, terdapat pertanyaan yang seringkali muncul mengenai fitur tersebut. Pertanyaan tersebut seperti “Apa tolak ukur dari fitur yang diciptakan ini sudah selesai atau perlu diperbaiki lagi?”         

Namun, bila fitur berhasil lolos testing, maka terdapat dua kategori pengujian atas fitur tersebut sebelum diluncurkan ke publik. Dua kategori pengujian tersebut meliputi pertanyaan seperti:

  • Apakah software yang dibuat telah berhasil memenuhi requirement yang sudah ditentukan?
  • Apakah software akan bisa berjalan lancer bila terjadi kasus di luar dugaan?

Jenis Testing

Setelah melalui dua kategori pengujian yang melibatkan seluruh komponen, terdapat beberapa jenis testing yang dilakukan untuk menguji komponen code yang dibagi sesuai dengan ruang lingkupnya. Berikut ini terdapat 3 jenis testing yang berdasarkan ruang lingkupnya, yaitu:

  • Unit testing, melakukan pengujian agar bisa mengetahui fungsi atau class yang terdapat pada code berjalan dengan baik atau tidak
  • Integration testing, melakukan sebuah pengujian terhadap suatu fitur agar bisa berjalan dengan baik dan benar ketika digabungkan dengan bagian lainnya dari sebuah aplikasi atau website
  • Acceptance testing, melakukan pengujian terhadap aplikasi atau website yang akan digunakan oleh user tanpa mengalami bug ataupun error

Secara ideal, aplikasi atau website harus diuji terlebih dahulu dengan menerapkan salah satu dari ruang lingkup yang telah disebutkan. Sebab setiap lingkup terdapat uji fungsional maupun non-fungsional.

Perbedaan TDD dan Development Biasa

Adapun perbedaan antara TDD dan Development biasa, jika development biasa maka akan melakukan testing setelah membuat fitur yang sudah selesai. Sementara TDD akan melalui proses dengan melakukan testing terlebih dahulu, lalu baru membuat fitur.

Kelebihan TDD

Untuk mengembangkan suatu website atau aplikasi, TDD memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Memiliki target output yang lebih objektif
  • Pekerjaan developer akan lebih efektif karena developer bertugas untuk menulis code yang sudah lolos dalam pengujian
  • Kinerja developer akan terpantau dengan baik sehingga bisa mengukur seberapa efektif kinerja tim
  • Membantu ruang pengembangan jadi lebih terlihat        

Itulah ulasan mengenai TDD yang perlu Anda ketahui dengan berbagai keunggulannya dalam mempermudah pembuatan aplikasi atau website yang akan diluncurkan di tengah masyarakat agar tidak mudah error. Apakah Anda sudah paham tentang cara kerja TDD terhadap aplikasi atau website?

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *